Pages

Search This Blog

Paper Teori Jean Baudrillard BUDAYA MASYARAKAT E-COMMERCE

Selasa, 08 September 2015

Contoh paper teori Jean Baudrillard Judul:

PERUBAHAN SOSIAL TERHADAP BUDAYA MASYARAKAT E-COMMERCE

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Penulisan

Pemasaran di internet sama dengan direct marketing, dimana konsumen berhubungan langsung dengan penjual, walaupun penjualnya berada di luar negeri. “Pengguna internet di seluruh dunia berkisar 200 juta, 67 juta diantaranya berada di Amerika Serikat, internet di Indonesia berlipat dua kali setiap 100 hari” (Rhenald, 2000). Penggunaan internet telah mengalami perkembangan yang luar biasa di bidang bisnis terutama pada perusahaan skala besar. Sejak ditemukannya teknologi internet tersebut pada tahun 1990-an penggunaannya meluas karena dipandang memberikan manfaat yang sangat besar bagi kelancaran proses kegiatan bisnis atau usaha. Motivasi dan manfaat e-commerce dalam meningkatkan pelayanan terhadap pelanggan serta meningkatkan daya saing perusahaan dalam hal ini menjadi sudut pandang dari penulis yang dijadikan sebagai obyek dalam penelitian ini. Melihat kenyataan tersebut, maka penerapan teknologi e-commerce merupakan salah satu faktor yang penting untuk menunjang keberhasilan suatu produk dari sebuah perusahaan. Untuk mempercepat dan meningkatkan penjualan cepat maka dengan melihat perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat tersebut kita dapat memanfaatkan suatu layanan secara on-line yang berupa e-commerce. Selama ini, sistem penjualan dari pelanggan yang digunakan oleh perusahaan hanya bersifat secara tertulis dan manual, yang tidak jarang cenderung menyesatkan. Dengan adanya layanan jasa berupa e-commerce yang dapat secara cepat dapat dinikmati oleh pelanggan maupun perusahaan sendiri maka segala layanan yang diinginkan oleh para pelanggan dapat segera ditindak lanjuti dengan secepat mungkin, sehingga perusahaan tersebut akan mampu memberikan pelayanan yang terbaik dan tercepat bagi para pelanggan.

Dengan pemanfaatan dan penggunaan teknologi internet diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar terhadap dunia bisnis yang kompetitif tersebut. Perusahaan yang mampu bersaing dalam kompetisi tersebut adalah perusahaan yang mampu mengimplementasikan teknologi dan informasi ke dalam perusahaannya. Salah satu jenis implementasi teknologi dalam hal meningkatkan persaingan bisnis dan penjualan produk-produk adalah dengan menggunakan electronic commerce (e-commerce) untuk memasarkan berbagai macam produk atau jasa, baik dalam bentuk fisik maupun digital. Dalam penggunaan teknologi tersebut, berbagai pihak yang terkait dengan perusahaan seperti investor, konsumen, pemerintah akan ikut berperan. Dengan semakin matangnya teknologi internet dan web, teknologi-teknologi ini meningkatkan kemampuan per usahaan yang canggih dalam hal komunikasi bisnis dan dalam hal kemampuannya berbagi informasi, selain itu berbagi sumber daya lain yang bernilai. Ide dasar serta manfaat e-commerce dalam meningkatkan pelayanan terhadap pelanggan serta meningkatkan daya saing perusahaan dalam hal ini menjadi sudut pandang dari penulis yang dijadikan sebagai obyek dalam tulisan ini. Melihat kenyataan tersebut, maka penerapan teknologi e-commerce merupakan salah satu faktor yang penting untuk menunjang keberhasilan suatu produk dari sebuah perusahaan. Untuk mempercepat dan meningkatkan penjualan cepat maka dengan melihatmperkembangan teknologi informasi yang sangat pesat tersebut dapat memanfaatkan suatu layanan secara on-line yang berupa e-commerce. Dengan adanya layanan electronic commerce (e-commerce) ini maka pelanggan dapat mengakses serta melakukan pesanan dari berbagai tempat. Dengan adanya era teknologi yang canggih saat ini para pelanggan yang ingin mengakses e-commerce tidak harus berada di suatu tempat, hal itu dikarenakan di kota kota besar di Indonesia telah banyak tempat tempat yang menyediakan suatu fasilitas akses internet hanya dengan menggunakan laptop/notebook ataupun dengan Personal Digital Assistant (PDA) dengan menggunakan teknologi wifi. Maka dari itu saat sekarang sangat diperlukan dan diminati perusahaan-perusahaan yang menerapkan layanan e-commerce. Penggunaan e-commerce di Indonesia masih sangat terbatas. Dari latar belakang yang ada maka penulis akan membahas bagaimana pemanfaaatan e-commerce dalam kepentingan bisnis mereka.

Saat ini dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi dan internet di Indonesia, telah memiliki dampak yang besar terhadap perubahan bisnis. Yaitu mulai dari cara beriklan, cara jual beli, cara berinteraksi antar manusia, dan sebagainya. Contoh e-commerce di Indonesia yang sudah popular dan memiliki reputasi yang baik adalah seperti www.bhineka.com, www.blibli.com, www.gramedia.com. E-commerce adalah sebuah layanan internet yang dimanfaatkan untuk jual-beli. Dengan e-commerce telah banyak merubah dalam proses jual-beli. Jika dalam suatu jual-beli penjual dan pembeli bertemu, namun jika dengan e-commerce mereka perlu bertemu, mereka berinteraksi dengan melalui internet maupun dengan komunikasi melalui telepon. Dalam proses ini kepercayaanlah yang menjadi modal utama. Karena tanpa kepercayaan kedua belah pihak, maka proses jual-beli e-commerce bisa terjadi dan terlaksana. Namun dengan perkembangan yang semakin pesat, maka banyak toko online atau e-commerce bermunculan. Baik mereka dengan memanfaatkan blog, social media, website. Dengan pesatnya ini membuat semakin mudahnya dalam jual beli.

Dalam hal ini kehadiran e-commerce itu sendiri telah menggeser budaya masayarakat dalam bertransaksi. Dimana perubahan terjadi ketika yang biasanya masyarakat membutuhkan waktu dan mengharuskan untuk bertransaksi secara konvensional, namun kehadiran e-commerce itu sendiri memberikan ruang pada masyarakat sehingga mampu berbelanja secara online. Dan dalam hal ini tentunya telah mengubah pola komunikasi masyarakat dalam melakukan transaksi. Tidak lagi harus pada komunikasi secara face to face (tatap muka) dalam melakukan transaksi namun bisa teraktualisasikan hanya dengan cara komunikasi dalam virtual.

Pertumbuhan pesat pangsa pasar e-commerce di Indonesia memang sudah tidak bisa diragukan lagi. Dengan jumlah pengguna internet yang mencapai angka 82 juta orang atau sekitar 30% dari total penduduk di Indonesia, pasar e-commerce menjadi tambang emas yang sangat menggoda bagi sebagian orang yang bisa melihat potensi ke depannya.

Konteks perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat mikro dalam kehadiran e-commerce ini sendiri terlihat pada pelajar mulai dari sekolah dasar sampai pada tahapan sekolah menengah sudah dapat mengakses internet dan mengenal sistem belanja online. Berdasarkan hasil wawanara dengan salah satun guru di Sekolah dasar yang dilakukan pada bulan mei 2015 aktifitas yang terjadi di salah satu SDIT Purwakarta para siswa SD kelas VI pun membeli pakaian kebaya menjelang perpisahan kelas melalui toko online dan mengatasnamakan alamat sekolahnya.

Lalu di tahapan meso, e-commerce sendiri sudah menjadi budaya baru terlebih pada lingkungan mahasiswa juga ibu rumah tangga. Aktifitas baru dengan memanfaatkan fasilitas e-commerce baik itu transaksi jual beli ataupun menjadi salah satu agen bisnis online tentunya ini menjadi ruang baru bagi semua kalangan untuk terlibat dalam sistem e-commerce. Terlihat di beberapa kampus dan sekolah banyak sekali agen bisnis pada saat ini melakukan transaksi ataupun mencari peluang usaha dengan bergabung pada bisnis online ataupun belanja mencari pakaian, buku, akseroris, hingga rumah di sosial media.

Selanjutnya, pada tahapan makro, lebih besar lagi berdasarkan data yang didapat Pertumbuhan ini didukung dengan data dari Menkominfo yang menyebutkan bahwa nilai transaksi e-commerce pada tahun 2013 mencapai angka Rp130 triliun.

Ini merupakan angka yang sangat fantastis mengingat bahwa hanya sekitar 7% dari pengguna internet di Indonesia yang pernah belanja secara online, ini berdasarkan data dari McKinsey. Dibandingkan dengan China yang sudah mencapai 30%, Indonesia memang masih tertinggal jauh, tapi perlu anda ingat bahwa jumlah ini akan terus naik seiring dengan bertumbuhnya penggunaan smartphone, penetrasi internet di Indonesia, penggunaan kartu debit dan kredit, dan tingkat kepercayaan konsumen untuk berbelanja secara online. Jika kita melihat Indonesia sebagai Negara kepulauan yang sangat luas, e-commerce adalah pasar yang berpotensi tumbuh sangat besar di Indonesia.

Pada tahun 2012, suatu perusahaan e-commerce di Indonesia mencatat bahwa 41% penjualan mereka berasal dari Jakarta, tapi enam bulan selanjutnya angka ini turun menjadi 22%. Ini menunjukkan bahwa tidak hanya konsumen di Jakarta saja yang rutin berbelanja online, konsumen di luar Jakarta pun tidak ingin ketinggalan mengikuti perkembangan zaman dengan menunjukkan kontribusi mereka pada pasar e-commerce di Indonesia.

Data dari lembaga riset ICD memprediksi bahwa pasar e-commerce di Indonesia akan tumbuh 42% dari tahun 2012-2015. Angka ini lebih tinggi jika dibandingkan negara lain seperti Malaysia (14%), Thailand (22%), dan Filipina (28%). Tentulah nilai sebesar ini sangat menggoda bagi sebagian investor, baik dalam maupun luar negeri. Beberapa VC (Venture Capital) besar seperti Rocket Internet, CyberAgent, East Ventures, dan IdeoSource bahkan sudah menanamkan modal ke perusahaan e-commerce yang berbasis di Indonesia. Sebut saja beberapa diantaranya adalah raksasa Lazada dan Zalora, Berrybenka, Tokopedia, Bilna, Saqina, VIP Plaza, Ralali dan masih banyak lagi. Mereka adalah sebagian contoh dari perusahaan e-commerce yang sukses dan berhasil dalam memanfaatkan peluang pasar e-commerce di Indonesia yang sedang naik daun.

Dari latar belakang diatas, terlihat signifikansi pertumbunhan pangsa pasar e-commerce di Indonesia. Dalam penulisan makalah ini saya akan lebih berfokus pada kajian perubahan sosial masyarakat terkait kehadiran e-commerce itu sendiri.

1.2 Tujuan Penulisan

Tujuan penulisan dalam makalah ini untuk mengetahui perubahan sosial pada masyarakat dengan adanya e-commerce membawa pada pergeseran mewabahnya budaya bisnis online di masyarakat. Dengan kehadiran e-commerce perubahan sosial pada masyarakat yang semakin konsumtif.

1.3 Fokus Masalah

Berdasarkan pada tujuan penulisan, maka fokus masalah saya adalah:

1. Bagaimana perubahan sosial pada budaya e-commerce?
2. Bagaimana dampak dari budaya e-commerce ?

1.4 Manfaat Penulisan

1.4.1 Manfaat Akademis dalam penelitian ini adalah:

1. Penulisan makalah ini diharapkan dapat memberikan sumbangan yang berharga bagi perkembangan ilmu pengetahuan terutama yang berkaitan dengan disiplin ilmu komunikasi, terlebih mengenai bagaimana dampak perkemangan tekhnologi terhadap perilaku konsumtif dan gaya hidup masyarakat.
2. Dapat memberikan wawasan kepada pembaca tentang perilaku konsumtif dan gaya hidup masyarakat modern.
3. Memberikan wawasan kepada masyarakat untuk dapat memaknai budaya konsumerisme.
4. Hasil penulisan ini diharapkan dapat menjadi referensi sehingga dapat dibaca oleh semua pihak yang berkepentingan dengan kajian ini.

1.4.2 Manfaat praktis dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Sebagai bahan perbandingan studi mendatang.
2. Memberikan informasi pada pemerintah dan masyarakat setempat untuk mengetahui bagaimana perilaku konsumtif masyarakat dalam berbelanja melalui media online internet.
3. Memberikan ruang baru pada masyarakat untuk memanfaatkan kehadiran e-commerce dengan budaya bisnis online atau e-bussines.

Jurnal Ilmiah Orasi Bisnis – ISSN: 2085-1375 Edisi Ke-VI, November 2011 dikutip pada tanggal 01 Juni 2015
Jurnal Ilmiah Orasi Bisnis – ISSN: 2085-1375 Edisi Ke-VI, November 2011 dikutip pada tanggal 30 Mei 2015
http://www.acommerce.co.id/tag/ecommerce/ diakses pada tanggal 22 Mei 2015
http://startupbisnis.com/data-statistik-mengenai-pertumbuhan-pangsa-pasar-e-commerce-di-indonesia-saat-ini/ diakses pada tanggal 22 Mei 2015

Bersambung ke BAB II

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Most Reading

Pengikut

Katagori

Arsip Blog